Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Sajak : Bitter Truth 2

Mau sampai kapan kamu menundukan kepalamu? berhamba kepadanya yang telah meninggalkanmu Kau yang bahkan sudah hilang dari radar hatinya tidakah kau menyadarinya? Ingatlah detik angka mu sudah semakin surut tak ada waktu lagi untuk mengejar keajaiban Namun janganlah kamu khawatir telah kusediakan 2 cangkir kopi hangat disini

Sajak : Hitchiker

Im in a car driving alone, along the road suddenly you come and ask for a ride well yeah, its ok you can come in we ride and talk together we laugh, we cry, we share our story but sadly I remember even though we got same road we don't have same destination then you jump off my car and take other ride well its ok I think because I still got destination to go

Sajak : Dancing

Why you still dancing? in his heart, even though you know he already left you even though he already got someone else why you still do that? i know you love him i know you really care about him but still, dont you know? the empty seat that used to watch you crying at the corner, when he doesn't care about you anymore he already left the stage.

Sajak : Bitter Truth

Its funny, The more scars I got sometimes The more love I want to give to you even though its been a long time.. beacuse I know, and I belive, The good things will always come up in the end and yeah... I still believe in that.

Sajak : Selembar Kertas

Kertas Putih Kamu bagaikan penulis handal yang mentorehkan tintanya diatas tubuhku. Menuliskan kisah luar biasa yang belum pernah aku rasakan, menikmati setiap goresannya walau tubuh ini kadang terluka memang resiko yang aku ambil sejak awal. Tak terasa tinta pena tersebut akan habis, lalu pergi untuk sesaat. Kamu kembali membawa tinta yang jauh lebih indah dari sebelumnya, bersama sebuah kertas baru yang aku rasa memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dariku. Tapi tak apa, aku bersyukur kamu masih menyimpanku didalam rak bukumu. Walau aku tahu kamu sedang menuliskan kisah lain yang jauh lebih indah disana. Aku tetap percaya suatu saat kau akan kembali ketika kamu merasa jenuh. Mengambil kertas usangku. Lalu membaca kembali kisah yang pernah kamu torehkan padaku . . . namun sayang entah kenapa, aku telah menjadi abu.