Langsung ke konten utama

Sajak : Selembar Kertas

Kertas Putih

Kamu bagaikan penulis handal yang mentorehkan tintanya diatas tubuhku.

Menuliskan kisah luar biasa yang belum pernah aku rasakan, menikmati setiap goresannya walau tubuh ini kadang terluka memang resiko yang aku ambil sejak awal.

Tak terasa tinta pena tersebut akan habis, lalu pergi untuk sesaat.

Kamu kembali membawa tinta yang jauh lebih indah dari sebelumnya, bersama sebuah kertas baru yang aku rasa memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dariku.

Tapi tak apa, aku bersyukur kamu masih menyimpanku didalam rak bukumu.

Walau aku tahu kamu sedang menuliskan kisah lain yang jauh lebih indah disana. Aku tetap percaya suatu saat kau akan kembali ketika kamu merasa jenuh.

Mengambil kertas usangku.

Lalu membaca kembali kisah yang pernah kamu torehkan padaku

.

.

.

namun sayang entah kenapa, aku telah menjadi abu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak : Dancing

Why you still dancing? in his heart, even though you know he already left you even though he already got someone else why you still do that? i know you love him i know you really care about him but still, dont you know? the empty seat that used to watch you crying at the corner, when he doesn't care about you anymore he already left the stage.

Sajak : Bitter Truth

Its funny, The more scars I got sometimes The more love I want to give to you even though its been a long time.. beacuse I know, and I belive, The good things will always come up in the end and yeah... I still believe in that.